• Kau adalah Mutiara dalam Hidupku

    Goresan Tak Bertepian Seorang Ayah Untuk Anaknya




    Kurangkai goresan ini dan mengajakmu bercengkrama dalam keheningan sembari menikmati alunan lagu syahdu dari Ebiet G Ade, Titip rindu buat ayah. Ku petik sebuah sari dari simphoni itu, “PENGORBANAN DARI SEORANG AYAH YANG TAK TERKIRA”
    Benar, tiada hari tanpa perjuangan, tiada waktu tanpa tantangan dan tiada saat tanpa tetesan keringat. Semuanya itu bermuara kepada satu titik sentral bermakna: DEMI SEBUAH HATI, ANAKKU. Deruan nafasku, ayunan langkah dan raihan jangkauan, semuanya berlabuh untuk namamu dan masa depanmu. Walau aku tidak pernah mencatat berapakali aku jatuh bangun berjuang, juga aku tidak berharap engkau menghitung berapa banyak tetesan keringat mengalir, juga aku tidak sudi menyimpannya, untuk apa?? Toh itu aku lakukan bukan untuk mengharap balas jasa, apalagi belaskasihan,,, jelas bukan,,. Namun saya yakin sejarah dan fakta yang akan bertutur kepadamu betapa mulianya perjuangan seorang ayah. Mereka hidup bukan untuk dirinya namun untuk anak-anaknya. Mereka berprinsip “salurah nafas” anaknya tidak boleh tersendat apalagi berhenti.
    Aku kira apa yang aku miliki telah aku serahkan dan apa yang aku punyai sudah menjadi milikmu Tak ada lagi tersisa kecuali kasih yang akan tetap abadi, tak pernah berkurang . Itu tidak akan pernah punah entah bagaimana pun sikap dan perbuatanmu. Ingatlah anakku di mana engkau bersikap cuek, membantah, melawan di situ juga kasih semakin berlimpah bagimu. Sisa nafasku, tetap menggerakkan naluriku sebagai seorang ayah, untuk memafkanmu, kendati akhir hidupku di ambang batas.
    Memang kulitku terasa kasar karena sengatan matahari dan terpaan hujan namun perangaiku tidaklah demikian, aku tetap sabar. Walau wajahku hitam legam bukan berarti perasaanku kelam dan buta akan rasa dan pengertian. Perjuanganku adalah bukti dari semua pengertian sejatiku akan kasih dan cinta untukmu.
    Anakku, Walau kadang aku kehabisan kata memberimu nasehat dan kehabisan akal untuk menyadarkanmu, namun saya tidak pernah sedikit pun menyesal mempunyai anak sepertimu dan juga tidak pernah menyesal aku menjadi ayahmu. Dan saya tidak pernah sedikit pun ada keinginan menghapus namamu dari silisislah keluarga kita. Karena kalau itu jadi, berarti saya semakin memiskinkan keluarga kita, karena walau bagaimana sikapmu, betapa menyakitkan tindakanmu, engkau adalah kekayaanku dan harta terindah keluarga.
    Saya tetap percaya setitik asa itu bisa berobah menjadi seabrik keyakinan dan sedikit gula itu mampu mengobah rasa, segenggam garam itu mampu menambah rasa enak makanan itu dan setitik cahanya itu mampu menyinari kegelapan. Saya juga yakin cinta mempunyai kekuatan untuk memaafkan dan kasih mempunyai daya untuk mengampuni, itulah POWER OF LOVE AND POWER OF FORGIVENESS.
    Anakku, Aku selalu memberi nasehat bijak untukmu, “Kau boleh menangis tetapi jadikanlah tangisan itu menjadi nyanyian pengharapan. Kau boleh meneteskan air mata, namun jadikan tetesan air mata itu itu mengaliri dan menyejukkan relung hatimu yang terdalam. Kau boleh sedih, namun jadikan pernik kesedihan itu menjadi kesediaan dan kesiapan untuk berjuang.”
    Anakku, Aku juga selalu memberimu sebuah falsafah arif bahwa hidup bagaikan seseorang yang sedang menari. Ia harus menguasai lantai tempatnya berpijak. Ia harus mendengarkan dengan seksama musik yang mengalun. Dan ia harus memperhatikan dan memandang orang yang melihat serta juga memuaskan mereka. Inti terdalam ialah bahwa kau hidup bukan hanya untuk dirimu melainkan juga untuk orang lain. Engkau harus menyadari di mana kakimu berpijak, “di mana langit dijunjung disitu bumi dipijak” dan engkau juga harus mendengarkan nasehat arif orang lain.
    Anakku, bila kau lupa akan semua pengorbananku, tidak apa, asal kau jangan lupa akan dirimu dan imanmu. Memang ayah yang baik dan bijak tidak selalu berharap anaknya harus mengingatnya. Namun ada permintaaku yang sangat,,, sangat,,, sangat,, sederhana bila kau rindu akan aku ayahmu, nyanyikanlah lagu Ebiet G Ade TITIP RINDU BUAT AYAH, itu cukup untuk menghiburkau,,,, anakku.

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Tentang Anakku

    Anak ku Lahir tanggal 29 Desember 2012 pada jam 22.45 WIB. Dengan Berat 3,0 Kg Tinggi 50 cm. Lahir normal, Sehat, Lancar, Selamat dan Sempurna dengan Jenis Kelamin Perempuan. Nama Anakku Destryana Intana Zulfha.
     

    Blogger news

    About

    Blogroll